Cegah Cyberbullying dengan #BalasYangBaik
Penelitian UNICEF Indonesia bersama KPPPA menunjukkan bahwa 50% dari anak-anak remaja berusia 13-17 tahun di Indonesia menjadi korban cyberbullying. Angka ini menjadi salah satu angka bullying tertinggi di dunia.
Kasus intimidasi yang merajalela yang terjadi di Indonesia, terutama cyberbullying telah menarik perhatian kita untuk mengatasi masalah ini. Sayangnya, masih sedikit orang yang sadar bahwa dampak bullying bisa berakibat fatal, dan bisa terjadi pada siapapun. Bentuk cyberbullying yang ditemukan di Indonesia (rentang usia: remaja) sebagian besar bersifat denigrasi, ancaman, paparan materi seksual dan pelepasan data pribadi tanpa persetujuan. Tren penggunaan media sosial yang semakin ketat yang memiliki kontrol sangat kecil bagi setiap pengguna menjadi salah satu dari banyak kasus bullying yang terjadi secara online karena penggunaan media sosial yang kurang bertanggung jawab.
Menyadari potensi risiko cyberbullying di kalangan pengguna internet muda di Indonesia, Tim Balas Baik menginisiasi kampanye #BalasYangBaik. Kampanye ini bertujuan mengajak netizen pengguna sosial media untuk menciptakan lingkungan online yang lebih positif. Melalui kampanye #BalasYangBaik ini kami berharap dapat terus mendorong budaya untuk menggunakan media sosial dengan bijak. Hal ini bisa dimulai dengan memberikan jawaban positif dan benar memikirkan kembali apa yang harus diposting, mengingat sebagian besar memanfaatkan internet untuk bersosialisasi secara online.
