BerbagiAkses cover

Berbagi Infrastruktur Penunjang Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Demi Pemerataan Akses Pendidikan

Selama pandemi COVID-19, gawai dan akses internet yang semula masih tergolong sebagai kebutuhan tersier, kini menjadi salah satu kebutuhan penting yang memungkinkan kita melakukan aktivitas sehari-hari dari rumah. Namun bagi sebagian masyarakat, mendapatkan hal ini merupakan sesuatu yang begitu sulit dan membutuhkan banyak pengorbanan. Pada Juni 2020 lalu, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melakukan survei terhadap 1.656 responden sekolah dari 245 kabupaten/kota di Indonesia mengenai kesiapan tahun ajaran baru dengan model Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Survei tersebut lantas menunjukkan bahwa 53,4 persen responden merasakan kendala terbesar sekolah adalah kesiapan sarana prasarana pendidikan semasa Covid-19. Hal ini menunjukkan urgensi penyediaan akses infrastruktur penunjang pembelajaran bagi guru, murid, maupun orang tua siswa Indonesia yang mendampingi pembelajaran di rumah. Berdasarkan urgensi tersebut, aksi ini bertujuan untuk menyiapkan pelajar, guru, dan orang tua murid dalam kegiatan belajar-mengajar daring yang lebih efektif. Pelajar, guru, dan orang tua murid yang kekurangan akses pada media belajar daring akan dibekali dengan gawai dan akses internet yang diperlukan untuk mengakses pembelajaran. Untuk menjaga kualitas pembelajaran daring, guru juga akan dibekali pelatihan melaksanakan pembelajaran daring yang tepat sasaran. Memperhatikan fakta bahwa orang tua juga memiliki peran sentral dalam monitoring progres pembelajaran pelajar di rumah, maka orang tua juga akan dibekali kiat-kiat membangun engagement dan pendampingan yang baik bagi siswa. Pelajar sendiri diberikan kesempatan untuk berbagi materi pembelajaran kepada sesama pelajar, agar ilmu yang didapatkan semakin kaya. Dalam jangka panjang, sejalan dengan visi koalisi global yang telah ada- Alliance for Affordable Internet, kami juga mendorong pemerintah menyediakan akses yang lebih murah untuk internet: 1 GB data dijual kurang dari 2% dari pendapatan bulanan rata-rata negara. Hal ini juga mengingat hasil survei yang dilakukan Alvara Research Center yang menunjukkan bahwa pengeluaran belanja masyarakat atas kebutuhan internet pada 2020 naik 2% jika dibandingkan tahun lalu. Melalui kampanye #BerbagiAkses, kami ingin mengajak seluruh pemuda untuk menjadi bagian dari pemerataan akses pendidikan di Indonesia. Dengan mengunggah kondisi kesulitan akses pembelajaran maupun mengunggah catatan materi pembelajaran, sehingga kita bisa saling berbagi akses informasi kondisi internet di berbagai daerah sekaligus berbagi materi pembelajaran ke sesama pelajar. Para pemuda diharapkan dapat bahu-membahu meringankan beban sekaligus memperkaya satu sama lain dengan berbagi ilmu di bidangnya masing-masing.
0 passed · 1 applicantsUpdated: May 20, 2026

📝 These results are preliminary and will be reviewed and verified by our AI-supported Trust & Safety team.

In Progress

#BerbagiAkses Pendidikan untuk Indonesia

0/100

1,479

Started

0

Verified