Membantu meningkatkan derajat kesehatan dan pengetahuan ibu hamil di Indonesia.
Perkenalkan, kami adalah CIMSA (Center for Indonesian Medical Students' Activities), sebuah organisasi mahasiswa kedokteran yang berkomitmen untuk mendukung SDGs yang kami implementasikan melalui aktivitas-aktivitas kami.
CIMSA melaksanakan aktivitasnya melalui ranah kerja yang dibagi kedalam 6 divisi yang kami sebut sebagai Standing Committee, yang salah satunya adalah SCORA (Standing Committe on Sexual and Reproductive Health including HIV/AIDS).
Program CIMSA Maternal Health adalah aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh SCORA CIMSA Indonesia untuk meningkatkan taraf kesehatan ibu hamil di Indonesia dan merupakan upaya CIMSA Indonesia dalam mendukung SDG poin ke 3 yaitu “Good health and well-being”.
Ibu adalah sosok yang penting dalam pertumbuhan serta perkembangan seorang anak. Namun sayangnya, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih sangat tinggi. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015, terjadi 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup (Profil Kesehatan Indonesia, 2016). Ibu hamil akan berisiko mengalami kasus kematian apabila tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk mendukung proses kehamilan serta melahirkan, seperti antenatal care, gizi pada ibu hamil, dan kontrasepsi. Oleh karena itu, SCORA CIMSA Indonesia berupaya meningkatkan pengetahuan dan kesehatan ibu hamil untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) Indonesia melalui Program CIMSA Maternal Health yang dilakukan di berbagai kota di Indonesia, 3 diantaranya terlaksana melalui project FFIC di Aceh, MANDEH 2.0 di Padang, dan MAMA di Jember.
Kami percaya bahwa dalam upaya peningkatan derajat kesehatan suatu komunitas, diperlukan kegiatan yang bersifat berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap kegiatan Program CIMSA Maternal Health bersifat pengembangan komunitas atau community development yang berjalan selama sekurang-kurangnya 3 tahun.
Pada setiap intervensi, kami melakukan berbagai kegiatan yang berbeda-beda dengan diawali kegiatan asesmen data agar setiap kegiatan yang dilakukan terbukti memberikan impact atau hasil yang positif. Pada intervensi selanjutnya, kami melakukan bonding dengan ibu hamil ataupun kader komunitas untuk membentuk ikatan dan komunikasi yang baik antara penyelenggara dan komunitas target. Kemudian melalui kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulannya, berbagai aktivitas seperti senam ibu hamil, edukasi, pengecekan status gizi, dan pengecekan kesehatan rutin ibu hamil dilakukan. Dalam pelaksanaannya, kami bekerja sama dengan berbagai organisasi, termasuk puskesmas, posyandu, kantor desa, dan lainnya.
