IndonesiaBahagiaLestari cover

Happiness Festival mengajak masyarakat Indonesia mewujudkan kebahagiaan yang tidak berhenti pada kebahagiaan diri sendiri, tetapi juga meliputi kebahagiaan orang lain & lingkungan.

Mengejar Kebahagiaan adalah tujuan utama manusia dari perkembangan pribadi dan masyarakat. Ketika semua orang menjalani tujuan mereka yang lebih tinggi, mereka menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri sesuai dengan dunia di sekitar mereka. Mereka akan berusaha untuk hidup dalam damai dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan bersama. Perayaan inilah yang pada akhirnya dijawantahkan oleh United in Diveristy (UID) dalam format Happiness Festival. United in Diversity (UID), sebuah organisasi not-for-ptofit yang dibentuk pada tahun 2003, ditunjuk sebagai Sekretariat United Nations Sustainable Development Solutions Network (UNSDSN) Asia Tenggara bertujuan untuk melokalisasikan ke-17 pilar SDGs sejak peluncurannya pada September 2015. Dengan mengambil inspirasi filosofi Tri Hita Karana dari Bali, Filosofi Tiga Cara Kebahagiaan, dengan menjaga keharmonisan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan spiritualitas, UID menyadari bahwa 17 pilar SDGs dapat dikategorikan dalam 3 isu utama: Sosial- (Pilar 1-10), Ekologi (Pilar 11-15), Spiritual (Pilar 16-17), yang kemudian disusun menjadi Happiness SDG Pyramid. Di tahun 2020 ini, kita hanya memiliki 10 tahun lagi untuk mencapai ke-17 tujuan tersebut. Namun laporan Social Progress Index yang dikeluarkan oleh Social Progress Imperative pada 15 September 2019 kemarin ini menunjukkan bahwa dunia sangat lambat dalam mencapai 17 SDGs. Dengan kecepatan yang sekarang ini dunia baru akan memenuhi target SDGs 2030 pada tahun 2073! Oleh karena itu kita harus menggunakan momen ini untuk mendorong dukungan dan pemahaman lebih lanjut untuk tantangan dan solusi yang ada. Untuk mencapai semua itu, maka dibutuhkan pemahaman yang lebih mudah dipahami dan solusi yang mudah diimplementasikan oleh banyak orang. Seperti yang disampaikan Dr. Jane Goodall, “Masing-masing dari kita harus melakukan bagian kita dalam menciptakan dunia yang lebih baik, karena meskipun pilihan kecil yang kita buat setiap hari - apa yang kita beli, apa yang kita makan, apa yang kita kenakan - mungkin tampak tidak signifikan, efek kumulatif dari milyaran orang yang membuat pilihan etis, akan mulai menyembuhkan alam”.