Dukung Jakarta Sebagai Kota Penyerap Karbon!
Perubahan iklim telah menjadi isu global dan dampaknya telah begitu nyata terasa, terutama di perkotaan seperti Ibukota Jakarta. Musim hujan dan kemarau sudah tidak diketahui lagi kapan datang dan pergi. Cuaca ekstrem pun sering melanda. Sekalinya hujan tidak henti-henti, dan sekalinya panas udara terasa kering gersang.
Dampak perubahan iklim tersebut dapat dilakukan dengan melakukan perubahan, salah satunya dengan mengoptimalkan ekosistem penyerap karbon di laut (Blue Carbon). Jakarta merupakan kota dengan garis pantai sepanjang 32 km sejatinya adalah ekosistem hutan mangrove dan padang lamun. Namun, kedua ekosistem tersebut terus terdegradasi karena sampah, deforestasi, reklamasi, aktivitas akuakultur, dan aktivitas manusia lainnya.
Kesadaran masyarakat, stakeholders, dan pemerintah Jakarta akan manfaat ekosistem penyerap karbon sangatlah rendah. Padahal ekosistem lamun dan mangrove dapat menyerap 3x dan 5x lebih banyak dari ekosistem hutan terestrial. Keduanya juga dapat melindungi dari kenaikan muka laut, menjaga kualitas perairan pesisir, meningkatkan perikanan, dan menjadikan potensi ekoturisme.
Maka dari itu, ini saatnya kita mendukung Jakarta sebagai Blue Carbon City dan memerangi perubahan iklim!
