JanganBeliPrimata cover

Membangun gerakan edukasi kepada masyarakat untuk memutus dan menghentikan jual beli satwa primata

Perdagangan ilegal satwa primata masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup dan kelestarian mereka di alam selain ancaman berkurangnya luasan serta kerusakan hutan sebagai habitat alaminya, terutama di Indonesia. Pesatnya perkembangan media sosial di negeri ini ternyata berhubungan dengan kenaikan permintaan untuk menjadikan satwa primata sebagai peliharaan yang diperdagangkan secara daring dan biasanya diperoleh dari hasil perburuan. 98% satwa primata yang dijual berasal dari alam dan didapat dari pemburu yang mengambil bayi primata dengan membunuh induk terlebih dahulu. Banyak pengguna muda di media sosial yang menjadikan bayi-bayi primata seperti kukang, owa, lutung, dan orangutan, sebagai properti di foto maupun video yang kemudian diunggah ke kanal pribadi dan memicu penguna lain untuk memiliki satwa serupa. Maka dari itu, penting untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat umum khususnya generasi muda untuk menghentikan rantai perdagangan dan memberikan penyadaran bahwa satwa primata tidak untuk dipelihara. Semua dapat berkontribusi dalam upaya menjaga satwa primata agar tetap hidup di alam, melalui kampanye #JanganBeliPrimata ini kami ingin mengajak semua orang untuk berani bersuara dan ikut peduli terhadap kelestarian satwa primata Indonesia.
0 passed · 1 applicantsUpdated: May 23, 2026

📝 These results are preliminary and will be reviewed and verified by our AI-supported Trust & Safety team.

In Progress

Primata Tidak Untuk Dipelihara

2/100

155

Started

2

Verified