JustReadIndonesia cover

Ruang belajar anak pesisir putus sekolah & memerangi buta aksara masyarakat melalui perahu pustaka

Di dalam konstitusi, setiap warga negara berhak untuk mendapatkan pendidikan, namun faktanya masih banyak anak-anak yang kurang beruntung untuk turut merasakan betapa manisnya pendidikan. Tingginya angka putus sekolah, buta aksara, dan pernikahan dini di wilayah pesisir Makassar terasa kompleks sehingga sebagai pemuda yang hadir ditengah-tengah fenomena ini pada tahun 2016 saya telah merintis sebuah social project nirlaba dalam mendukung pendidikan anak-anak pesisir bernama “Just Read Indonesia” . Program yang terbangun ini berfokus pada pembangunan karakter anak-anak putus sekolah dengan mendukung kepercayaan mental dan spiritual. Terutama anak-anak yang kurang beruntung (6-14 tahun) di wilayah pesisir. Metode yang diterapkan seperti belajar membaca, menulis, berhitung dan menanamkan nilai spiritualisme, nasionalisme, dan patriotisme melalui banyak media salah satunya permainan tradisional. Kami berharap hasil dari proses pembelajaran akan mendorong anak-anak menemukan motivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi mereka. Program rutin @justread.ind adalah “Carakde” sebuah program yang bertujuan meningkatkan minat baca anak dan menekan tingginya angka buta aksara pada masyarakat melalui perahu pustaka, bahan bacaan adalah hasil donasi regional dan nasional. Kedepannya @justread.ind akan membantu anak-anak tersebut mendapatkan hak mereka untuk memiliki akses pendidikan yang setara melalui beasiswa di sekolah umum. Secara sadar gerakan yang saya rintis ini berusaha menunaikan janji konstitusi untuk setiap warga negara berhak mendapatkan yang namanya pendidikan hal ini pula mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan umat manusia dan planet bumi. Tujuan ini dicanangkan bersama oleh negara-negara lintas pemerintahan pada resolusi PBB yang sudah berjalan kurang lebih 3 tahun terhitung dari 2015 dan menjadi ambisi pembangunan bersama hingga tahun 2030.