KETAPEL cover

Ketika Pohon Mangrove Terakhir Ditebang, Manusia Baru Sadar Bahwa Uang Tak Bisa Dimakan

#KETAPEL adalah kegiatan 'Kenali, Tanam dan Pelihara Mangrove' Sekitar 3 juta hektar Hutan Mangrove tumbuh di sepanjang 95.000 km pesisir Indonesia. Jumlah ini mewakili 23% dari keseluruhan ekosistem Mangrove dunia (Giri et al,. 2011). Hutan Mangrove ditemukan di berbagai wilayah Indonesia dan ekosistem Mangrove regional penting ada di Papua, Kalimantan dan Sumatera. Namun saat ini Indonesia kehilangan 70% Mangrove di luar kawasan hutan. Artinya Indonesia memiliki kecepatan kerusakan Mangrove terbesar di dunia (Guru Besar Ekologi Hutan IPB Prof. Cecep Kusmana). Sementara itu, Hutan Mangrove memiliki kontribusi yang sangat penting bagi penyangga ekosistem pesisir setelah lamun dan terumbu karang. Akarnya berfungsi sebagai pemecah gelombang ombak, tsunami dan pencegah intrusi air laut (bercampurnya air asin dengan air tanah). Keberadaan Hutan Mangrove mampu menyimpan 5x karbon lebih banyak per hektar dibandingkan dengan hutan tropis dataran tinggi, dan koloni Mangrove berkontribusi penuh terhadap sedimentasi (perluasan daratan). Total Hutan Mangrove di Jakarta 430,45 Ha. Dari total kawasan hutan tersebut yang masih harus dilakukan rehabilitasi yaitu sebesar 30% dari total kawasan atau 129.135 Ha (data.go.id). KeMANGTEER JAKARTA yang merupakan wadah para generasi muda penggiat Mangrove terus berupaya melestarikan keanekaragaman hayati Hutan Mangrove di wilayah DKI Jakarta. Melihat akan pentingnya keberadaan Mangrove bagi manusia dan ekosistem pesisir. Mari bergabung bersama KeMANGTEER JAKARTA untuk menanam Mangrove. Wujudkan ibukota tercinta yang bebas abrasi, banjir rob dan intrusi air laut. .. Untuk pesisir Jakarta yang lebih hijau, terlindungi dan lestari .. Untuk masa depan anak cucu kita kelak Salam Mangrover Semangat Mangrover!