KamiHargaiMakanan cover

0

Berdasarkan data Global Food Sustainability Index 2018 , Indonesia tercatat sebagai negara yang mendapat peringkat ke-2 di dunia dalam hal pembuangan makanan. Kebiasaan pembuangan makanan tersebut terjadi melalui berbagai cara baik yang sadar maupun tidak sadar kita lakukan. Kebiasaan itu bisa kita lihat dari gaya hidup seperti menyimpan makanan dengan stok berlebihan hingga akhinya mencapai masa kadaluarsa, memasak makanan melebihi kapasitas kebutuhan dan kebiasaan makan yang tampak lumrah seperti menyisakan sayuran maupun makanan sisa di restoran ataupun rumah makan. Sementara di lain sisi , sampah organik bekas makanan sisa tersebut dapat mengeluarkan gas metana ke atmosfer yang akan menyebabkan efek rumah kaca dan menyumbang percepatan perubahan iklim. Gas metana sendiri bersifat lebih kuat dari karbondioksida dan bayangkan jika ratusan juta masyarakat Indonesia tetap aktif memproduksi makanan sisa maka semakin cepatlah kita akan tiba pada masa kritis pemanasan global. Oleh karena itu , YOT Tangerang ingin mengajak kamu melalui kampanye ini untuk mulai dari sendiri membiasakan gaya hidup dan kebiasaan makan secukupnya. Mari konsisten mengubah kebiasaan yang nampaknya kecil mulai dari sekarang dan turut mengajak serta mengedukasi keluarga maupun teman tentang dampak negatif limbah makanan sisa terhadap bumi kita.