LiteracyWithoutBorders cover

Literacy Without Borders

Menurut riset UNESCO, 97% penduduk sudah bisa membaca, tapi 86% orang di atas 15 tahun tidak paham apa yang dibacanya. Belum lagi, soal jangkauan literasi untuk para difabel dan penduduk terpencil belum merata. Kita sudah akrab dengan buku konvensional yang diisi tulisan, tapi bagaimana dengan teman-teman difabel yang memiliki kesulitan membaca? Masalah literasi bukan hanya tentang berapa jumlah buku yang kita baca, tapi juga tentang seberapa paham kita dengan apa yang dibaca. Jangan sampai, lho, apa yang kita baca disalahartikan dan menjadi hoax Di platform literasi ini, kalian bisa share ulasan buku kesukaan kalian dalam bentuk tulisan, audio, maupun visual (video). Platform ini juga bisa jadi medium kalian untuk belajar bagaimana membaca. Para teman difabel juga bisa mengakses resensi/ulasan dalam bentuk audio visual. Nantinya, selain resensi, platform ini bisa menjadi tempat membagi audiobooks yang belum banyak kita temui. Kami juga akan menjangkau teman-teman di daerah terpencil dan perbatasan yang minim informasi tentang buku. Mari jadi duta literasi untuk Indonesia lebih bijak 2020!