PainForGain cover

Menyasar 200 individu dengan Quarter Life Crisis dalam rentang usia 18-29 tahun untuk dapat survive.

Menjadi dewasa adalah sebuah pilihan, tapi dari sekian banyak pilihan yang ada, kita tidak pernah tahu apakah Quarter Life Crisis akan mampir atau tidak. Karena sejak pilihan jatuh, Quarter Life Crisis begitu sering memberi kebingungan identitas. Di Indonesia sendiri, fakta data menyatakan bahwa angka bunuh diri tertinggi ada pada rentang usia produktif yaitu 15-64 tahun dengan persentase 75% (infodatin, 2016). Salah satu tanda seseorang akan melakukan bunuh diri adalah penarikan diri, adanya masalah yang tidak dapat terselesaikan, hingga berkembangnya perilaku cemas berlebihan. Dan fenomena Quarter Life Crisis sendiri biasanya membawa beragam kecemasan dan rasa rendah diri pada diri seorang individu yang artinya sangat rentan terhadap situasi terburuk. Krisis terasa begitu dekat dengan kita yang berusia ¼ abad, namun sebagai pemuda-pemudi calon pemimpin bangsa, bukankah sebaiknya kita harus punya sedikit keberanian? Entah kecil atau besar, setidaknya kita tidak terjebak di dalam satu zona yang membingungkan. Karena itu, saya mengajak kamu semua untuk ambil aksi keberanian “Tingkatkan Awareness terhadap Quarter Life Crisis”, dengan cara mengikuti challenge #PainForGain di aplikasi Campaign #ForChange.
1 passed · 1 applicantsUpdated: May 20, 2026

📝 These results are preliminary and will be reviewed and verified by our AI-supported Trust & Safety team.

Passed

Step Out From Quarter Life Crisis melalui #PainForGain bersama KISARA Bali

146/100

423

Started

146

Verified