PerempuanMenulis cover

Saatnya perempuan menulis perempuan!

Mengapa perempuan menulis?Karena perempuan suka bercerita. Hal yang sebelumnya dianggap kecil, di mata perempuan bisa menjadi bahan cerita yang menarik. Perempuan juga mempunyai kemampuan melihat lebih jeli hal-hal di sekitarnya. Di mata perempuan, alis mata seseorang bisa dinilai mulai dari bentuknya hingga merk pensil alis yang dipakainya.

Apa jadinya kalau perempuan menulis? Jadinya seperti Kartini .Dengan menulis, Kartini menyeritakan apa yang dilihat, dirasakan dan dipikirkannya. Dia mengatakan semua hal mulai dari kekesalannya melihat seorang yang pintar disingkirkan dari jabatannya; melihat laki-laki membawa pulang perempuan lain sekehendaknya, merasakan tidak enaknya melihat orang tua menunduk-nunduk melewatinya; melihat orang beragama tapi tidak menghormati sesama; dan banyak lagi yang lainnya.

Bagaimana perempuan memulai menulis? Mulai saja dengan mengungkapkan perasaan. Karena dalam perasaan perempuan biasanya disertai dengan pikiran dan kebijaksanaan. Dengan tagline 'Saatnya perempuan menulis perempuan!', kampanye PerempuanMenulis ini ingin mengajak lebih banyak lagi perempuan untuk memulai menulis serta menceritakan perasaan serta pengalamannya. Tulis saja hal-hal mewakili perasaan yang kalau orang lain membacanya bisa mendapat pelajaran, menginspirasi, atau membuka wawasan orang lain.