Memberdayakan perempuan pesisir agar mandiri, membawa perubahan bagi lingkungannya.
Kawasan pesisir Belawan adalah kawasan kumuh dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. Mata pencaharian utama masyarakat adalah nelayan. Namun nelayan sering kali kali tak berpenghasilan dikarenakan tidak melaut lantaran cuaca buruk. Di samping itu mereka juga terikat pada tengkulak. Tak jarang masyarakat pesisir terjerat belenggu kemiskinan.
Untuk lepas dari jerat kemiskinan, saya menginisiasi program pemberdayaan perempuan pesisir. Kenapa saya memilih perempuan? Karena perempuan adalah “penyelamat” keluarga. Pada saat sang suami yakni nelayan tak memiliki penghasilan, si istri selayaknya membantu. Istri atau perempuan pesisir ini mencari tambahan penghasilan. Salah satunya adalah dengan mencari pengupas kulit kerang. Oleh sebab itu saya ingin para perempuan pesisir dapat meningkatkan perekonomiannya melalui wirausaha.
Program saya ini bertujuan untuk memberikan wawasan, keterampilan dan mentalitas untuk maju pada perempuan pesisir. Beberapa workshop yang telah kami lakukan adalah pemberian skills jurnalisme warga, pelatihan olahan laut, digital marketing dan lokakarya ekonomi keluarga. Pelatihan, mentoring, workshop ini sangat dibutuhkan untuk membuat perempuan pesisir tergerak dan membawa perubahan bagi sekitarnya. Untuk sebuah motto “perempuan pesisir berdaya dan mandiri”, saya bekerja sama juga dengan instansi terkait seperti PPMN, Koperasi Kopdit CU Harapan Kita, Redaktur Tribun Medan, dan Gapura Digital Medan.
Saya pun masih merasa belum maksimal dan ingin mengembangkan program ini agar memberi dampak nyata. Untuk itu perlu dukungan dari berbagai pihak. Semoga niat ini mendapat jalan dari Tuhan Yang Maha Esa
