PlastikUntukBerkarya cover

Penggunaan ulang bekas kemasan belanja online oleh konsumen

Belanja online meningkat 62% saat pandemi COVID-19 melanda karena masyarakat memilih untuk belanja online sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pesanan online tentunya akan dilapisi dengan material kemasan berbahan dasar plastik, seperti bubble wrap. Sekitar 90% pelaku usaha menggunakan plastik untuk kemasan. Permasalahan datang ketika secara umum setelah konsumen membuka paket, sampah kemasan akhirnya akan langsung dibuang. Berdasarkan permasalahan tersebut, sampah bekas kemasan menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam penumpukan sampah plastik yang tentunya akan berdampak buruk bagi lingkungan. Salah satu penyebab permasalahan tersebut adalah kurangnya kesadaran untuk menggunakan ulang sampah kemasan, padahal sampah-sampah kemasan dapat digunakan untuk berbagai hal yang bermanfaat. Atas dasar tersebut perlu adanya gerakan di masyarakat untuk menggunakan ulang sampah bekas kemasan belanja untuk banyak keperluan, seperti pelindung buah, pengganti termos, membungkus ulang paket untuk dikirim, dan masih banyak lagi.
0 passed ยท 1 applicantsUpdated: May 20, 2026

๐Ÿ“ These results are preliminary and will be reviewed and verified by our AI-supported Trust & Safety team.

In Progress

Gunakan Ulang Sampah Kemasan Menjadi Sebuah Karya #PlastikUntukBerkarya

9/100

49

Started

9

Verified