Menyediakan kebutuhan 12-17 anak jalanan untuk belajar keterampilan karakter Rumah Singgah Tabayun
Menciptakan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan simpati menjadi empati bagi anak jalanan
Akar masalah anak jalanan berfokus pada keluarga yang tidak benar-benar menjaga dan memberikan yang terbaik kepada anaknya. Menurut UNICEF sendiri, adalah anak-anak berumur di bawah 16 tahun yang sudah melepaskan diri dari keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat, larut dalam kehidupan yang berpindah-pindah.
Dengan itu mengapa bisa sampai melepaskan diri, karena anak-anak ini tidak merasakan hak apa yang seharusnya dibutuhkan dan didapatkan saat masih kecil atau balita, sehingga tidak memungkinan anak-anak ini bertahan dengan kehidupan yang ada. Contoh yang terjadi di Kabupaten Bogor terlihat banyak anak jalanan dengan orang tuanya. Menurut Ibu Supiah selaku LK3 di Dinas Sosial Kabupaten Bogor dan pengurus Rumah Singgah Tabayun, mengemukakan bahwa sebaiknya jika ingin berempati kepada anak jalanan, lebih baik langsung kepada tempat binaannya dari pada harus memberikan uang yang kita tidak tahu digunakan untuk hal baik atau hal buruk.
Yayasan, Rumah Singgah hingga Dinas Sosial dibantu Organisasi Sosial sudah bekerja keras untuk memberikan sumbangsih besar dalam pendidikan anak jalanan di Kabupaten Bogor. Tetapi tidak berhenti sampai di situ, #SympathytoEmpathy ingin mengajak teman-teman dan masyarakat untuk mengubah simpati menjadi empati agar anak jalanan dapat merasakan pendidikan serta hak lainnya.
1 passed · 1 applicantsUpdated: May 23, 2026
📝 These results are preliminary and will be reviewed and verified by our AI-supported Trust & Safety team.
Passed
Pendidikan Karakter Berdimensi dan Keterampilan untuk Anak Jalanan dengan #SympathytoEmpathy
104/100
182
Started
104
Verified
