Sudah Saatnya Waria Indonesia hidup layak tanpa Stigma dan Diskriminasi
Delapan dari sepuluh waria indonesia ternyata belum banyak mengeyam bangku sekolah, hal ini dibuktikan masih banyaknya waria yang hidup dijalan yang rentan dengan kriminal dan kekerasan berbasis gender.
Sebagian besar waria enggan bersekolah dikarenakan stigma dan diskriminasi dari lingkungan masyarakat yang masih sangat kental. pada akhirnya banyak waria yang tidak memiliki ijazah, pengetahuan dan keterampilan.
Sehingga mudah ditemukan mereka sebagai pekerja salon, pekerja seks dan pengamen saja. hal ini diperburuk dengan kebijakan pemerintah yang masih tertutup dalam memberikan kesempatan kerja bagi komunitas waria diberbagai bidang.
