ayotensi cover

Ayo Tensi

Hal ini sesungguhnya dipicu obrolan warung kopi bersama dua orang kawan, dr. Romi dan dr. Wirasto, saat kami mempertemukan bean kolumbia dan Ethiopia yang di ekstrak melalui v60. Gagasan itu meletup. Kami mencoba menyatukannya. Seteru kolumbia-ethiopia adalah trigger, kegelisahannya adalah data dari riset kesehatan dasar tahun 2013 yang menobatkan hipertensi sebagai pucuk pimpinannya dengan tingkat prevalensi 25,8%. Diatas 18 tahun dari keseluruhan penduduk Indonesia. Dari data tersebut hanya 9,4 % yang terdiagnosa oleh tenaga kesehatan. Hal ini wajar karena hipertensi adalah salah satu penyakit yang ‘bandel’, penyakit yang disebut juga sebagai “silent killer” karena sering tanpa gejala yang jelas, tapi harus diberi perhatian yang serius. Dan sayangnya, persoalan besar dari hipertensi ini adalah bahwa sebagian besar masyarakat tidak memeriksakan dirinya pada fasilitas kesehatan jika tidak memiliki gejala yang mengganggu. Padahal hipertensi dan komplikasinya adalah peringkat kelima penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Do something is better than say something, kira-kira begitulah yang kami pahami. Untuk itu kami mencoba melakukan sesuatu untuk persoalan ini. Kami memulainya dengan gerakan #ayotensi sebagai bagian dari upaya kami dalam "fight against hipertension" dengan cara menyediakan fasilitas pemeriksaan tekanan darah di ruang-ruang publik. Melalui upaya ini kami berharap bisa mendeteksi lebih banyak penderita, sekaligus menciptakan kesadaran bagi mereka untuk memeriksakan diri ke dokter. Untuk mewujudkan gerakan #ayotensi ini kami memberdayakan masyarakat dan berusaha berkolaborasi dengan mereka. Projek pertamanya adalah melahirkan BeTi (becak tensi). Kami membenamkan tensimeter digital pada becak, hal ini tentunya tak secanggih membenamkan artificial intelegence pada Sophia, robot humanoid racikan Hanson Robotic yang menjadikannya generasi robot paling mutakhir sejagat. Tapi BeTi, saya percaya dunia hari ini lebih membutuhkannya dibanding Sophia. Memilih becak bukannya tanpa alasan. Pertama, posisi pengguna moda transportasi ini adalah salah satu posisi yang baik untuk melakukan pengukuran tekanan darah. Kedua, moda transportasi ini adalah moda transportasi yang mulai ditinggalkan seiring bertumbuhnya moda transportasi lain yang lebih modern dan accessible, dengan membenamkan tensimeter digital kami berharap bisa meningkatkan nilai jual moda transportasi ini yang akan berimplikasi pada pendapatan mereka. Kami sesungguhnya berharap bisa mewujudkan lebih banyak lagi beti-beti lain, pun menciptakan kampanye-kampanye lain dengan cakupan ini. menciptakan lebih banyak lagi fasilitas pemeriksaan tekanan darah yang bisa diakses dengan mudah sekaligus menyediakan platform digital di jagat maya. Untuk mewujudkan ini kami membutuhkan lebih banyak bantuan, kami tahu banyak orang-orang diluar sana yang baik dan peduli lalu bersama-sama menjadi bagian dari perubahan, bersama-sama mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, untuk Indonesia yang lebih baik. Ayo! #forchange #forchangeID #volunter #ayotensi #fightagainsthipertension #indonesiasehat