Kampanye ini adalah tentang membuka dialog dan hal tabu tentang hak kesehatan reproduksi perempuan.
Perempuan dianggap sebagai kelas kedua oleh masyarakat, selain itu isu yang berkaitan dengan hak kesehatan reproduksi dan seksual perempuan pun dianggap tabu. Ketabuan tersebutlah yang membuat perempuan semakin malu dan terstigma ketika berbicara tentang hal kesehatan reproduksi. Isu dalam kampanye online ini adalah hak kesehatan reproduksi yang mempunyai tema berbeda perbulannya.
Ketabuan yang terus ada dalam tubuh perempuan membuat banyak ketidaktahuan dan kebingungan perempuan. Malu pada tubuh sendiri, malu pada alat kelamin, dan malu pada citra tubuh adalah dampak.negatif dari tidak adanya keterbukaan masyakarat terhadap isu hak kesehatan reproduksi dan seksual perempuan.
Selain itu, media sosial adalah media yang sangat berpotensi untuk mempromosikan narasi-narasi baru soal.isu HKSR.
