Pemberdayaan pemuda dan wanita melalui kegiatan ternak lebah madu.
Ternak lebah saat ini banyak dipraktikkan oleh para orang tua yang merupakan generasi pertama sejak dikenalkannya kegiatan ternak lebah oleh pemerintah pada tahun 1970an. Profesi ini tidak dapat menarik minat dari para generasi muda untuk menggeluti dan meneruskan peternakan lebah milik orang tua mereka, karena label gengsi, kotor dan tidak menjanjikan yang disematkan pada kegiatan ternak secara umum. Stigma tersebut merupakan beberapa alasan yang memotivasi para pemuda di desa pinggir hutan melakukan urbanisasi ke daerah perkotaan untuk mencari kerja dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Padahal, potensi yang tersimpan dalam usaha ternak lebah madu tidak bisa dianggap sepele. Permintaan pasar terhadap produk ternak lebah baik berupa madu ataupun produk turunannya tidak pernah surut, bahkan belum dapat terpenuhi dengan kondisi usaha ternak lebah madu saat ini yang jumlah peternakannya semakin berkurang.
Pemberdayaan masyarakat melalui penumbuhan start-up di bidang perlebahan dapat dijadikan upaya meningkatkan perekonomian masyarakat desa hutan. Untuk memperkuat keberlanjutannya, kegiatan ini akan melibatkan kelompok peternak, kelompok tani, pemuda dan wanita. Pengembangan produk turunan madu akan menjadi salah satu langkah penting dalam mengakselerasi dan memperluas dampak dari perkembangan bisnis yang diinisiasi.
Pada akhirnya, kegiatan usaha sektor peternakan lebah yang bernilai ekonomi tinggi akan menarik minat para pemuda di kawasan desa hutan. Kemudian arus urbanisasi dapat dijaga, diperkecil, bahkan berputar balik.
