#ForChangeID

Antara Obesitas dan Self-Love

profile

campaign

Update

25 September 2022

Penulis: Siti Syarafina Hasyim (@pinartwriters)


Obesitas akhir-akhir ini menjadi isu kesehatan yang hangat, karena maraknya berita orang-orang obesitas, dan juga kampanye kesehatan baik kesehatan secara fisik maupun mental yang digaungkan oleh publik figur. Nah, mungkin beberapa di antaranya yang sering kita dengar adalah gerakan body positivity. Banyak public figure yang menyuarakan gerakan body positivity dengan caranya masing-masing, dari Tara Basro yang mencintai tubuh curvy-nya sampai Cathy Sharon menyuarakan pendapatnya mengenai body positivity.

Body Positivity ini bisa diartikan gerakan yang fokus pada pernyataan, setiap orang berhak memiliki citra tubuh yang positif. Terlepas dari berbagai pandangan masyarakat, bagaimana memandang bentuk fisik, ukuran, dan penampilan yang ideal. Gerakan body positivitiy ini bisa menjadi upaya untuk mengubah standar kecantikan yang kadang suka ngga realistis dan supaya mengingatkan orang untuk lebih mengapresiasi tubuhnya dan bangga dengan dirinya sendiri.


Self-Love Bukan Menjadi Alasan Untuk Tetap Obesitas

Dilansir dari Abrand Theraphy, ketika kamu mencintai diri sendiri (self-love) bukan berarti kamu merasa paling cantik, paling pintar, paling berbakat di dunia. Sebaliknya, self-love malah mengarahkan untuk kamu tau cara mencintai diri sendiri, kamu menerima apa yang jadi kelemahanmu, menghargai kekuranganmu, dan ini menjadi dirimu seutuhnya bukan orang lain.

Cuma masalahnya kadang kita suka nggak sadar akan perilaku ini, yang malah berujung toxic positivity. Karena kadang kita tersamarkan antara batas self-love dengan toxic positivity. Artinya perilaku positif yang berujung  toxic itu, ketika kita berpikir untuk selalu positif di segala keadaan terburuk. Tanpa memvalidasi rasa sakit, atau rasa negatif lainnya, dan terus memaksa untuk berpikir positif.

Singkatnya, toxic positivity ini hanya berfokus pada hal-hal positif yang dapat menenangkan pikiran. Ini akan menjadi racun, ketika mengabaikan emosi negatif yang ada, dan mengabaikan masalah seolah-olah nggak terjadi. 

Misal, di dunia kesehatan kita mengenal dengan istilah obesitas. Di mana lemak yang berlebih menumpuk di dalam tubuh sehingga membahayakan diri sendiri. Dengan alasan self-love, kamu nggak bisa terus menerus tubuhmu berada di kondisi tersebut. Itu berarti kamu membiarkan pemikiran toxic positivity terus tumbuh, karena nggak melihat sisi negatif yang membahayakan tubuh. Malah jadi nggak self-love, dong?

image

Sumber: Olexandra Pavlovska 

Terus Kita Harus Bagaimana?

Body positivity bisa menjadi baik sesuai kadarnya, sesuai dosisnya. Terkadang, kata-kata self-love atau body positivity sering digunakan orang untuk menjadi alasan hidup nggak sehat dan mempertahankan berat badannya, karena hanya dengan alasan ini, kita menerima tubuhnya apa adanya.

Padahal self-love itu, ketika kita bisa menjaga kesehatan diri kita dan terus menjadi diri kita versi terbaiknya. Ya, memang orang yang bisa menerima apa pun bentuk tubuhnya, apa pun warna kulitnya memang layak untuk diapresiasi. Tapi, akan menjadi toxic ketika kita nerima aja, tanpa ada usaha untuk mengubah tubuh kita menjadi lebih baik.

Kebayang kan ya, gimana bahayanya, kalau kita malah membiarkan tubuh kita nggak sehat, tanpa melakukan perubahan apa pun?


image

Sumber: Shutterstock

Menerima dan Terus Menjadi Versi Terbaik Dirimu

Seluruh badan kita adalah tanggung jawab kita, dan kita wajib menjaga dan merawat tubuh kita sendiri.

Jadi, kita punya tanggung jawab sepenuhnya untuk aspek apa pun yang ada sama tubuh kita. Dari penampilan, kesehatan, kebersihan itu semua adalah tanggung jawab kita sendiri. 

Coba yuk, cari cara sendiri untuk terus bisa self-love dan self-acceptance dengan cara masing-masing. Penuhi setiap kebutuhan dan tetap lakukan perubahan untuk kebaikan tubuh kita. Setelah kita melakukan itu semua, lebih bahagia adalah jaminannya.

Lebih menerima dan menjadi versi terbaik dengan fokus sama diri sendiri jauh lebih menenangkan tanpa harus memikirkan ucapan, komentar, atau perilaku orang lain. Selamat mencintai diri! 💙


0 Komentar

Done
heart

26 Hearts

heart

0 Komentar