To Save Our Earth
Berdasarkan hasil penelitian dari Jambeck beserta tim dari jurnal yang berjudul Plastic Waste Inputs From Land Into The Ocean pada tahun 2015. Dari data tersebut dikatakan bahwa Indonesia menempati posisi kedua sebagai penyumbang sampah plastik ke lautan di dunia. Selain itu, sampah plastik di lautan tidak saja bersumber dari sampah domestik, namun sekitar 20% berasal dari sekitar 20% berasal dari sektor pelayaran dan perikanan, namun 80% berasal dari daratan.
Dilansir dari penelitian terbaru menurut World Bank Group saat ini tercatat 150 juta ton plastik di lautan dunia. Jumlah ini akan meningkat sebesar 250 juta lagi jika tren urbanisasi, produksi, dan konsumsi terus berlanjut. Sebuah laporan dari World Economic Forum dan Ellen MacArthur Foundation memperkirakan bahwa pada tahun 2050 akan ada “lebih banyak plastik ketimbang ikan (berdasarkan berat),” kecuali bila terdapat “jalur-jalur paska-guna yang efektif untuk plastik; pengurangan kebocoran plastik ke sistem-sistem alami secara drastis, khususnya lautan; dan penghentian penggunaan plastik berbasis fosil."
Horor banget kan!
So guys! I just want to share my #Sosiopreneur to you.
Disini saya ingin memperkenalkan usaha saya dibidang sedotan stainless. Usaha ini memang sudah sering dijumpai. Tapi banyak orang yang belum paham akan manfaat dari sedotan plastik ini dan kurangnya sosialisasi penggunaan sedotan plastik ini. Seperti kita ketahui bahwa 400 ribuan sampah sedotan yang ada di lautan, yang mana sampah ini bisa hancur dalam jangka waktu 140 tahun.
So Guys! Usaha ini memang sangat simpel kayaknya tapi kalau aku rasa usaha bisa di sosialisasikan dan dijalankan. Hal ini akan berdampak besar buat kelestarian lingkungan! :)
