#ForABetterWorldID

Mengulas Singkat Visi Misi Capres-Cawapres 2024 dan Kaitannya dengan Anak Muda

profile

campaign

Update

Hai, Changemakers!


Untuk kamu yang masih bingung mau pilih siapa di Pemilu 2024 nanti, Champ mau bantu kamu, nih! Kali ini Champ udah ngerangkum dokumen visi misi masing-masing kandidat berdasarkan kata kunci. Jadi kamu bisa tau, apa sih fokus mereka untuk negara kita yang tercinta ini. Lalu, ada nggak ya, kaitannya visi misi para capres-cawapres dengan anak muda? Apakah aspirasi anak muda benar didengar atau cuman untuk memperbanyak suara aja? Yuk, kita bahas satu-satu di bawah!



Apa sih fokus masing-masing kandidat capres dan cawapres?

image

Sumber: www.bbc.com 


Menurut Derry Wijaya selaku Co-director Data & Democracy Research Hub Monash University Indonesia, kata ‘ekonomi’ sering disebut dalam dokumen visi misi pasangan Anies-Muhaimin, tetapi kata-kata yang lebih sering muncul adalah ‘adil dan makmur’. Maka bisa disimpulkan nih, kalau capres-cawapres Anies-Muhaimin enggak cuman mementingkan ekonomi aja, tapi juga mengutamakan keadilan dan kemakmuran masyarakat Indonesia. 


Kalau dalam visi misi pasangan Ganjar-Mahfud, kata-kata yang sering muncul adalah kata ‘ekonomi’, ‘digital’ dan ‘cepat’. Fokus dari kandidat Ganjar-Mahfud adalah ke arah digitalisasi, dimulai dari digitalisasi perekonomian, birokrasi, UMKM, pelayanan masyarakat, dan lain sebagainya. 


Sementara dalam visi misi kandidat Prabowo-Gibran, kata-kata yang sering muncul adalah ‘bangun’, ‘kuat’, ‘negara’, ‘masyarakat’, dan ‘pemerintah’. Pasangan capres dan cawapres ini berfokus untuk melanjutkan apa yang udah dilakukan dan apa yang bisa diteruskan dari pemerintahan sekarang. Jadi, bisa dikatakan kalau visi misi Prabowo-Gibran merupakan visi misi kelanjutan dari pemerintahan yang sekarang. 



Oh gitu, terus apa ada hubungannya dengan generasi muda? 


image

Sumber: www.bbc.com 


Tentu ada. Alasan utamanya karena generasi muda yaitu gen z dan milenial merupakan pemilih terbanyak pada Pemilu 2024 mendatang. Dibandingkan memperhitungkan visi misi setiap kandidat, menurut pengamat komunikasi politik dari Universitas Multimedia Nusantara, Silvanus Alvin,  Gen Z lebih memilih sosok pemimpin yang nggak punya rekam jejak korupsi, peduli akan isu-isu lingkungan dan melek teknologi, serta tau cara memanfaatkannya untuk masa depan. Beda halnya dengan milenial, mereka cenderung lebih pragmatis dalam menentukan pilihan capres. Mereka lebih fokus pada program-program kerja dan gagasan dari masing-masing capres.




Apakah aspirasi anak muda benar didengar atau cuman untuk memperbanyak suara aja?


image

Sumber: www.bbc.com 


Pasti pertanyaan kayak gini pernah muncul di benak kamu, kan? Karena generasi muda merupakan pemilih terbanyak, aspirasi mereka betul-betul didengar nggak, ya? Nah, pertanyaan ini akan dijawab oleh Abigail Limuria, co-founder dari What Is Up Indonesia (WIUI). 


Menurut Abigail, para generasi muda kini semakin berani mengungkapkan pendapat dibandingkan pada pemilu-pemilu sebelumnya. Ia menyebut media sosial sebagai wadah utama kegiatan tersebut. Topik isu yang menjadi perhatian anak muda adalah perubahan iklim dan pendidikan. Meskipun isu-isu tersebut mulai dibicarakan oleh sejumlah politisi, namun dia merasa masih ada politisi yang memandang pemuda sebagai ‘sumber suara’ aja tapi aspirasinya kurang didengar. Namun menurut Abigail, udah banyak kok, politisi yang benar-benar serius mendengar aspirasi anak muda tersebut. 



Lalu, apa kata capres-cawapres tentang anak muda sebagai penentu pemilu 2024? 


image

Sumber: YouTube/Mata Najwa


Pada perayaan 13 tahun Mata Najwa di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki 19 November 2023 lalu, Najwa Shihab mengundang tiga capres-cawapres 2024 yaitu Anies-Muhaimin, Ganjar-Mahfud, dan Prabowo-Gibran. Menurut Ganjar, yang ia lakukan agar anak muda bisa berdampak dan bergerak adalah mengajak anak muda untuk terlibat karena anak muda itu unik. Mereka hidup di era yang serba berputar cepat dan penuh dengan instrumen menarik seperti dunia digital yang mempengaruhi masa depannya. 


Sedangkan Capres Prabowo dan Anies mengajak anak muda untuk nggak golput. Kata Prabowo, golput adalah sikap menyerah dan nggak peduli. Ia meyakinkan bahwa nasib Indonesia ditentukan di beberapa menit TPS. Oleh karena itu, kalau anak muda ingin memperbaiki nasib, maka mereka harus menggunakan hak pilih. Menurut Anies, anak muda jangan menjadi penonton keputusan dan jangan golput. Mereka harus menggunakan hak pilih karena permasalah pengangguran, biaya sekolah yang mahal dan biaya pendidikan yang tinggi nggak bisa diselesaikan dengan golput. 



Bagaimana Changemakers? Sampai sini masih bingung mau memilih capres-cawapres yang mana? Share pendapatmu di kolom komentar, ya!


heart

Hearts

heart

Komentar

Komentar

Done
Download aplikasi Campaign #ForABetterWorld untuk dunia yang lebih baik
Tingkatkan dampak sosialmu dan mari mengubah dunia bersama.
img-android
img-playstore
img-barcode
img-phone
img-phone